![]() |
| Wabup Nurul Azizah menyerahkan BLT DBHCHT 2026 secara simbolis kepada buruh pabrik rokok Bojonegoro |
Jejak Potensi, Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur menepati janjinya mencairkan bantuan langsung tunai dana bagi hasil cukai tembakau (BLT DBHCHT) paling lambat minggu kedua Mei 2026. Wakil Bupati Nurul Azizah secara simbolis menyalurkan BLT DBHCHT tahap pertama kepada buruh pabrik rokok PT Gelora Djaja yang berlokasi di Baureno, Rabu (13/5/2025).
Jumlah buruh pabrik rokok di Bojonegoro yang menerima BLT DBHCHT tahun 2026 sebanyak 15.972 orang. Setiap buruh menerima uang tunai sebesar Rp 875 ribu. Total anggaran yang dicairkan mencapai Rp 13,9 miliar. Jumlah ini belum termasuk untuk buruh tani tembakau yang mencapai 3.000 an orang.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah usai menyerahkan secara simbolis bantuan kepada para penerima manfaat menegaskan, perhatian pemerintah kepada buruh pabrik rokok terus diperjuangkan agar DBHCHT benar-benar dirasakan manfaatnya.
“Sebagai tindak lanjut dari tanggal 2 Mei lalu, Mbak Anis memperjuangkan pekerja rokok, dan saya menyampaikan agar sebelum tanggal 15 bantuan ini bisa cair. Alhamdulillah hari ini dapat disalurkan,” ujar Nurul Azizah.
Ia menjelaskan, jumlah BLT DBHCHT tahun ini terdapat perbedaan dibanding tahun sebelumnya karena adanya penurunan dana transfer dari pemerintah pusat. Meski demikian, Pemkab Bojonegoro tetap berupaya agar bantuan bagi buruh rokok tetap dapat diberikan.
“BLT DBHCHT ini mulai diterimakan sejak tahun 2023. Tahun ini setiap buruh pabrik rokok menerima Rp875 ribu. Semoga menjadi berkah dan barokah,” tuturnya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro Agus Susetyo Hardiyanto menambahkan, penyaluran BLT DBHCHT dilakukan secara simbolis di dua lokasi. Kegiatan pertama dilaksanakan di PT Gelora Djaja pada Rabu (13/5/2026) di Baureno. Semantara penyaluran kedua akan dilakukan di PT Kareb Alam Sejahtera pada Rabu (20/5/2026) mendatang.
“Jumlah penerima BLT DBHCHT di Kabupaten Bojonegoro tahun 2026 sebanyak 15.972 penerima, termasuk buruh pabrik rokok lintas kabupaten, yakni warga Bojonegoro yang bekerja di perusahaan rokok di kabupaten tetangga,” jelas Agus.
“Semoga pemberian BLT DBHCHT ini tepat sasaran sesuai ketentuan perundang-undangan,” tambahnya.
Antok, panggilan akrab Agus Susetyo Hardiyanto, berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi para pekerja di sektor tembakau, khususnya di wilayah Kabupaten Bojonegoro, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, terutama pekerja rentan di sektor tembakau.
Sementara itu, salah satu penerima BLT DBHCHT, Siti Jumaiyah, warga Bojonegoro yang bekerja di PT Maju Melaju Lamongan, mengaku bersyukur atas perhatian Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kepada buruh pabrik rokok lintas daerah.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur karena tahun ini mendapatkan BLT DBHCHT dari Pemkab Bojonegoro. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi kami semua. Dulu kami belum mendapatkan bantuan ini,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro yang telah mendengarkan aspirasi para buruh pabrik rokok yang bekerja di luar Kabupaten Bojonegoro.
“Ini juga berkat aspirasi yang disampaikan teman-teman saat acara Sapa Bupati di pendopo, bahwa buruh pabrik rokok yang bekerja di luar Bojonegoro belum mendapatkan BLT DBHCHT. Alhamdulillah aspirasi kami didengarkan oleh Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati. Terima kasih sebesar-besarnya,” tuturnya.
Manager PT Gelora Djaja, Hendra Bahtiar.memberikan apresiasi kepada Pemkab Bojonegoro atas perhatian yang diberikan kepada para buruh rokok. Ia berharap bantuan ini mampu meningkatkan perekonomian buruh rokok di perusahaanya.
“Pembagian BLT ini sudah dinanti-nanti karyawan kami di sini. Semoga sinergi ini berdampak baik bagi karyawan kami khususnya masyarakat Bojonegoro,” pungkasnya.(red)

Posting Komentar
Posting Komentar