
Jejak Potensi - Ficus variegata, yang dikenal secara lokal sebagai pohon gondang, merupakan salah satu aset hijau paling berharga dalam menjaga keseimbangan ekosistem air dan udara di wilayah tropis seperti Indonesia. Pohon yang berukuran besar ini memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap karbon dioksida dalam jumlah masif sekaligus melepaskan oksigen yang segar. Dalam era perubahan iklim saat ini, keberadaan gondang bukan sekadar pelengkap lanskap, melainkan pilar utama yang menjaga kualitas udara tetap bersih dan sehat bagi seluruh makhluk hidup. Daunnya yang lebat dan luas berfungsi sebagai penyaring alami polutan, menangkap partikel debu, asap kendaraan, dan emisi industri sebelum menyebar ke atmosfer. Saya meyakini bahwa melestarikan pohon gondang adalah langkah konkret untuk memperlambat pemanasan global di tingkat lokal.
Sistem perakaran gondang yang kuat dan dalam memainkan peran vital dalam menjaga ekosistem air. Akar-akarnya yang menjalar luas mampu menahan tanah di lereng-lereng bukit dan pinggir sungai, sehingga mencegah erosi dan longsor yang sering merusak kualitas air. Air hujan yang jatuh di sekitar pohon gondang akan diserap secara perlahan oleh tanah yang dijaga akarnya, kemudian disimpan sebagai cadangan air tanah yang bisa digunakan saat musim kemarau. Hal ini sangat penting di daerah-daerah seperti Jawa Timur yang rawan kekeringan. Tanpa kehadiran gondang, aliran air permukaan akan semakin deras, membawa serta lumpur dan polutan ke sungai-sungai, sehingga merusak habitat akuatik.
Keberadaan pohon gondang juga menciptakan mikroiklim yang sejuk di sekitarnya. Kanopi daunnya yang rindang mampu menurunkan suhu udara hingga beberapa derajat Celsius, mengurangi efek urban heat island di perkotaan dan pedesaan. Udara yang lebih sejuk ini secara tidak langsung membantu mengurangi konsumsi energi listrik untuk pendingin ruangan, yang pada akhirnya menekan emisi karbon lebih lanjut. Saya berpendapat bahwa menanam gondang di pinggir jalan, taman kota, dan kawasan konservasi adalah investasi jangka panjang yang jauh lebih murah dan berkelanjutan dibandingkan teknologi rekayasa lingkungan buatan manusia.
Salah satu bukti kuat akan pentingnya pohon gondang dalam kehidupan masyarakat Jawa adalah toponimi Desa Gondang di Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Nama “Gondang” untuk desa dan kecamatan tersebut berakar dari pohon Ficus variegata yang tumbuh subur di wilayah tersebut sejak zaman dahulu. Banyak catatan sejarah dan tradisi lisan menyebutkan bahwa penamaan wilayah ini sangat erat kaitannya dengan keberadaan pohon gondang yang menjadi ciri khas lanskap alamnya. Bahkan, beberapa kecamatan di Bojonegoro memang sengaja diberi nama berdasarkan jenis pohon yang dominan tumbuh di sana, menunjukkan betapa dalamnya hubungan antara masyarakat dengan alam sekitar.
Keberadaan Desa Gondang di Bojonegoro yang berlokasi di kawasan perbukitan selatan kabupaten semakin memperkuat argumen bahwa pohon gondang berperan penting dalam menjaga ekosistem air. Sebagai daerah hulu, keberadaan pohon gondang di wilayah ini membantu mengatur aliran air menuju sungai-sungai besar di Bojonegoro. Toponimi ini bukan sekadar nama, melainkan warisan pengetahuan lokal yang mengingatkan kita bahwa kelestarian pohon gondang telah menjadi bagian dari identitas wilayah sejak ratusan tahun lalu. Masyarakat setempat secara turun-temurun menghormati pohon ini sebagai penjaga kesuburan tanah dan ketersediaan air.
Selain manfaat fisik, gondang Ficus variegata juga mendukung keanekaragaman hayati yang berhubungan dengan siklus air dan udara. Buah gondang yang muncul sepanjang tahun menjadi sumber makanan bagi burung, kelelawar, dan serangga. Burung-burung ini kemudian membantu penyebaran biji pohon lain, menciptakan hutan sekunder yang semakin rapat. Semakin banyak vegetasi, semakin baik kemampuan alam dalam menyaring udara dan mengatur aliran air. Kehilangan satu pohon gondang berarti kehilangan rantai ekosistem yang kompleks dan sulit digantikan dalam waktu singkat.
Dari segi kualitas air, daun gondang yang gugur secara alami menjadi pupuk organik yang menyuburkan tanah di sekitar sungai dan danau. Proses dekomposisi ini melepaskan nutrisi yang dibutuhkan oleh tumbuhan air dan plankton, yang menjadi dasar rantai makanan ekosistem perairan. Tanah yang subur di sekitar gondang juga mencegah masuknya bahan kimia pertanian ke badan air karena akarnya bertindak sebagai penyangga alami. Opini saya, pemerintah dan masyarakat harus melihat gondang bukan sebagai pohon biasa, melainkan sebagai infrastruktur hijau yang strategis untuk ketahanan air nasional.
Dalam menjaga kualitas udara, gondang memiliki keunggulan karena pertumbuhannya yang cepat dan kemampuan fotosintesis yang tinggi sepanjang tahun. Berbeda dengan beberapa jenis pohon lain yang musiman, gondang tetap aktif menyerap polutan bahkan di musim kemarau. Di kawasan industri atau perkotaan yang padat, satu pohon gondang dewasa dapat menyerap setara emisi karbon dari puluhan kendaraan bermotor setiap harinya. Ini adalah fakta yang seharusnya mendorong kita untuk melakukan gerakan masif penanaman gondang di seluruh wilayah rawan polusi.
Pohon gondang juga berperan penting dalam menjaga siklus hidrologi lokal. Dengan menyerap air hujan dalam jumlah besar, ia membantu mencegah banjir bandang di hulu sungai sekaligus menjamin ketersediaan air bersih di hilir. Di Bojonegoro, khususnya di Desa Gondang yang memiliki toponimi kuat terkait pohon ini, keberadaan gondang dapat menjadi benteng alami terhadap dampak perubahan iklim yang semakin ekstrem. Saya sangat mendukung agar setiap program reboisasi dan penghijauan mewajibkan penggunaan spesies lokal seperti gondang ini.
Meski demikian, ancaman terhadap kelangsungan gondang semakin nyata. Alih fungsi lahan, penebangan liar, dan kurangnya kesadaran masyarakat sering kali mengorbankan keberadaan pohon-pohon tua yang sangat berharga ini. Padahal, satu pohon gondang berusia puluhan tahun memiliki nilai ekologis yang tidak dapat digantikan oleh ratusan bibit baru dalam waktu dekat. Opini saya tegas: kita harus segera menerapkan perlindungan hukum yang lebih kuat terhadap pohon gondang di lahan publik maupun privat, terutama di wilayah-wilayah yang namanya diambil dari pohon ini seperti di Bojonegoro.
Sebagai penutup, Ficus variegata atau gondang adalah pahlawan senyap yang bekerja tanpa henti menjaga keseimbangan ekosistem air dan udara. Menanam, merawat, dan melindunginya merupakan tanggung jawab moral kita terhadap generasi mendatang. Jika kita ingin mewariskan udara bersih dan air yang melimpah, maka menjaga gondang harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Mari kita jadikan gondang sebagai simbol perlawanan terhadap kerusakan alam yang semakin parah, sekaligus menghormati warisan toponimi yang kaya seperti yang terdapat di Desa Gondang, Bojonegoro.
Kontributor: Arief Jhoe
Penulis adalah pemuda Aktivis pegiat lingkungan yang saat ini fokus dengan pelestarian pohon Ficus di Bojonegoro
Posting Komentar
Posting Komentar