About Us

Pelatihan Tata Kelola Infrastruktur Tingkatkan Kapasitas SDM Desa di Kecamatan Gayam

Bojonegoro, Jejak Potensi - Warga di enam desa dari Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro menyambut baik bergulirnya Program Peningkatan Akses Ekonomi melalui Penyediaan Infrastruktur Publik. Melalui Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) yang diinisiasi oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan SKK Migas ini, masyarakat terlibat langsung sebagai pengelola utama sejak dari perencanaan.

Sebagai persiapan awal, para tokoh masyarakat dan perwakilan pemuda desa yang tergabung dalam Tim Pelaksana Kegiatan (Timlak) mengikuti pelatihan tata kelola dan pengawasan infrastruktur di Balai Desa Cengungklung, Kecamatan Gayam, Selasa (28/7/2026). Warga menilai, keterlibatan aktif ini memberikan dampak ganda, yaitu fasilitas ekonomi desa terbangun, dan kapasitas SDM lokal ikut naik kelas.

Suhar, Ketua Timlak Desa Manukan mengatakan, kepastian pembangunan infrastruktur ini menjadi angin segar yang telah lama dinanti oleh para petani dan pedagang di desanya untuk memotong biaya angkut hasil bumi.

"Kami sangat bersyukur juga terima kasih. Karena yang akan dibangun nanti sangat penting buat ekonomi warga,” tuturnya.

Lebih dari itu, kata Suhar, dia senang karena pembekalan teknis ini membuat timlak paham cara mengawasi kualitas material, mengelola anggaran, hingga menyusun laporan pertanggungjawaban dengan transparan.

Hal senada dirasakan oleh Hyulia Pratiwi, perwakilan perempuan yang mengawal pembangunan di Desa Cengungklung. Ia menilai, model pelibatan masyarakat secara mandiri seperti ini menumbuhkan rasa memiliki yang tinggi di kalangan warga desa.

"Diskusi kelompok dan studi kasus nyata lapangan yang diberikan dalam pelatihan ini membuat kami, warga di tingkat bawah, merasa lebih siap dan percaya diri,” cetusnya. 

Ia mengaku jadi tahu bagaimana mengambil keputusan yang tepat jika ada kendala di lapangan nanti. Menurutnya pelatihan timlak adalah modal berharga agar manfaat bangunan fisik yang diberikan bisa awet dirasakan oleh masyarakat desa.

Selain Desa Manukan dan Cengungklung, program penguatan infrastruktur publik berbasis komunitas ini juga menyasar empat desa lainnya, yaitu Desa Sudu, Desa Katur, Desa Ringintunggal, dan Desa Begadon.

Fasilitator dari Forum Studi Pengembangan Potensi Daerah (FOSPORA), Budi, menjelaskan bahwa antusiasme tinggi dari warga menunjukkan kecenderungan masyarakat terhadap sistem pembangunan yang transparan dan gotong royong. Pada pelatihannya ini pihaknya sengaja menerapkan metode uji pemahaman agar warga benar-benar menjadi ahli di desanya sendiri.

"Semangat gotong royong warga adalah modal terbesar kesuksesan program ini," jelas Budi.

Apresiasi terhadap kemandirian warga desa ini ditegaskan oleh perwakilan EMCL, Feni K. Indaharti. Ia menyatakan bahwa komitmen industri hulu migas dalam PPM tidak pernah hanya sebatas menyerahkan bangunan fisik. Bagi EMCL, kata dia, infrastruktur yang kokoh harus lahir dari kapasitas masyarakat yang kuat. 

Feni mengaku bangga melihat warga begitu aktif dan kritis dalam membedah simulasi studi kasus. 

“Peningkatan keahlian bapak-ibu di desa inilah yang akan menjamin keberlanjutan manfaat ekonomi jangka panjang di Bojonegoro," pungkas Feni.  red/*

Related Posts
SHARE
Terbaru Lebih lama

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar


Terbitkan Karya Anda di portal berita www.jejakpotensi.com || Ke alamat email redaksi Jejak Potensi di [email protected] || Informasi lebih lanjut : 088228512783 (WA)

Pemasangan Iklan di sini, Bayar Seikhlasnya.

Pemasangan Iklan di sini, Bayar Seikhlasnya.
Klik disini!! Pasang Baner Atau Pamflet mu disini, Jangkau lebih luas pasarmu.

JASA SABLON DTF

JASA SABLON DTF
Beli Kaos Sablon & desain terbaru dengan harga murah 2023 (Bisa Kastom Desain Sesuka Hati)