About Us

Usai Keputusan Cukai Tak Naik, Saham PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) Jadi Sorotan

 

Jakarta – Saham emiten rokok tengah melesat tajam dalam sebulan terakhir, seiring keputusan pemerintah yang tidak menaikkan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) pada 2025. Keputusan ini dinilai membawa angin segar bagi industri rokok karena beban biaya produksi tidak bertambah.

Berdasarkan data perdagangan Senin (29/9/2025), saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik 63,05% dan parkir di level Rp 13.900. Saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) juga terbang 60%. Sementara itu, saham PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) dan PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) masing-masing melejit hingga 76,40% dan 141,15%.

Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina, menjelaskan tidak adanya kenaikan cukai memberikan dampak signifikan, terutama pada emiten besar. "Dari empat emiten rokok, setoran cukai GGRM mencapai 80% dari CGOS, HMSP sekitar 70%, sementara ITIC hanya 10%. Jadi, efek paling besar jelas dirasakan GGRM," ujarnya.

Meski begitu, Martha menyoroti daya beli masyarakat yang masih lemah. Kondisi ini membuat sebagian konsumen beralih ke rokok kelas dua atau bahkan rokok ilegal. "Kalau rokok ilegal bisa ditekan dan konsumsi meningkat, peluang besar akan terbuka bagi WIIM," tambahnya. Ia mencatat, WIIM dalam lima tahun terakhir membukukan pertumbuhan penjualan tahunan majemuk (CAGR) 25% dengan pertumbuhan laba bersih mencapai 62%.

Pandangan senada datang dari Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, Fath Aliansyah. Menurutnya, keputusan Menteri Keuangan bukanlah bentuk dukungan langsung terhadap industri rokok, melainkan upaya memperbaiki iklim industri. "Dengan perbaikan regulasi, penerimaan pajak bisa meningkat dan lapangan kerja tercipta. Beban perusahaan rokok pun lebih terukur," jelasnya.

Sementara itu, Equity Research Analyst Indo Premier Sekuritas, Andrianto Saputra dan Nicholas Bryan, menilai kebijakan nol kenaikan cukai menjadi sinyal sikap Kemenkeu yang lebih longgar terhadap industri ke depan. "Kondisi ini menguntungkan produsen rokok karena tidak perlu agresif menaikkan harga jual rata-rata (ASP) di tengah lemahnya daya beli masyarakat," tulis keduanya dalam riset 26 September 2025.

Indo Premier bahkan memproyeksikan, dengan asumsi ASP naik 2% dan cukai tetap, laba bersih HMSP berpotensi tumbuh 20,6% hingga akhir 2026, sementara GGRM diperkirakan melesat hingga 86,2%.

Dengan tren positif ini, saham sektor rokok diperkirakan masih akan menjadi sorotan investor. Namun, kinerja industri tetap akan dipengaruhi keberhasilan pemberantasan rokok ilegal dan dinamika daya beli masyarakat.


Dirilis dari media CNBC 

Related Posts
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar


Terbitkan Karya Anda di portal berita www.jejakpotensi.com || Ke alamat email redaksi Jejak Potensi di [email protected] || Informasi lebih lanjut : 088228512783 (WA)

Pemasangan Iklan di sini, Bayar Seikhlasnya.

Pemasangan Iklan di sini, Bayar Seikhlasnya.
Klik disini!! Pasang Baner Atau Pamflet mu disini, Jangkau lebih luas pasarmu.

JASA SABLON DTF

JASA SABLON DTF
Beli Kaos Sablon & desain terbaru dengan harga murah 2023 (Bisa Kastom Desain Sesuka Hati)