Usai dinyatakan terpilih, Ali Rohman mengusung sejumlah visi strategis yang berfokus pada penguatan internal organisasi, tertib administrasi, serta pelestarian sejarah berdirinya Oi di Bojonegoro. Selain konsolidasi organisasi, kepengurusan baru ini juga menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya anggota melalui diklat dan pelatihan kewirausahaan.
"Selain pembenahan tata kelola administrasi dan pendokumentasian sejarah perjalanan organisasi, kami juga berkomitmen mendorong kemandirian anggota melalui berbagai pelatihan kewirausahaan serta aksi sosial yang berdampak nyata bagi masyarakat," ujar Ali Rohman.
Sebagai organisasi yang menginduk pada nilai-nilai Ormas Oi Nasional, BPK Oi Bojonegoro terus konsisten menjalankan kegiatan berbasis lima pilar utama bertajuk S.O.P.A.N (Seni, Olahraga, Pendidikan & Akhlak, Agama, dan Niaga).
Langkah awal kepengurusan periode 2026–2030 ini akan dimulai dengan pembentukan jajaran kabinet pengurus baru dan penyelenggaraan Rapat Kerja Kota (Rakerkot) guna merumuskan program kerja teknis berbasis kebutuhan daerah.
Di samping pembenahan internal, BPK Oi Bojonegoro juga menyiapkan sejumlah agenda prioritas aksi sosial dan lingkungan yang rutin dilaksanakan, seperti bakti sosial, donor darah bekerja sama dengan PMI, hingga gerakan penghijauan melalui penanaman pohon di wilayah Bojonegoro. Kepengurusan baru ini juga menegaskan komitmennya untuk mempererat jalinan silaturahmi dengan pengurus Oi di kabupaten tetangga se-Jawa Timur.
Posting Komentar
Posting Komentar